Talqin | Bacaan

يَا فُلَانَ بْنَ فُلَانَةَ، اذْكُرْ مَا جَاءَكَ بِهِ جِبْرِيلُ عَنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ: أَنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: ﴿يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ﴾. فَاذْكُرْ مَوْتَنَا وَمَوْتَكَ، وَاذْكُرْ وَحْدَةَ قَبْرِكَ، وَاذْكُرْ مَسْأَلَةَ مُنْكَرٍ وَنَكِيرٍ.

Ya Allah, ampunilah mayat ini, sayangilah ia, berilah kesehatan dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkanlah tempat masuknya. Mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun, dan bersihkanlah ia dari dosa seperti baju putih bersih dari kotoran. Kesimpulan Bacaan talqin adalah amaliah mulia yang penuh dengan niat baik untuk membantu saudara seiman yang telah meninggal. Meskipun ada perbedaan pendapat, mayoritas muslim di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura) tetap melestarikannya sebagai bentuk kasih sayang kepada mayat dan ketaatan kepada ulama mazhab Syafi‘i. Yang terpenting adalah ikhlas, tawadhu’, dan tidak menganggap wajib di luar ketentuannya.

يَا فُلَانَ بْنَ فُلَانَةَ، اذْكُرِ الَّذِي كُنْتَ عَلَيْهِ مِنْ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَنَّكَ رَضِيتَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا، وَبِالْقُرْآنِ إِمَامًا. bacaan talqin

ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَيِّتِ: إِذَا أَتَاكَ مَلَكَانِ يَسْأَلَانِكَ عَنْ رَبِّكَ وَدِينِكَ وَنَبِيِّكَ، فَقُلْ: رَبِّيَ اللهُ، وَدِينِيَ الْإِسْلَامُ، وَنَبِيِّي مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Untuk talqin, sebutkan nama mayat dengan "Ya Fulan bin Fulanah" (Hai Fulan anak Fulanah – untuk laki-laki) atau "Ya Fulanah binti Fulan" (untuk perempuan). Jika tidak tahu nama, cukup "Ya 'Abdallah" atau "Ya ayyuhal mayyit." Versi umum (singkat namun lengkap):

Pendahuluan Talqin (تلقين) secara bahasa berarti "menuntun", "memberi ajaran", atau "mengingatkan". Dalam konteks jenazah, talqin adalah bacaan yang ditujukan kepada mayat yang baru dikebumikan, berisi panduan untuk menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir di alam kubur. Tradisi ini sangat kental dalam masyarakat Islam Nusantara (terutama Nahdlatul Ulama) sebagai wujud kasih sayang orang yang masih hidup agar almarhum mampu menjawab ujian pertama di alam barzakh. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkanlah tempat masuknya

Yaa fulan(a) bin fulan(ah) — udzkuril ‘ahdalladzii kharojta min hud dun-yaa, syahaadata al-laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadar rasuulullaah, shallallaahu ‘alayhi wa sallam. Wa annallaha yab’atsu man fil qubuur. Yaa fulan bin fulanah, udzkur maa jaa-aka bihi Jibriilu ‘an rabbil ‘aalamiin, annallaaha ta’aalaa qaala: Yutsabbitullaahulladziina aamanuu bil qawlit tsaabiti fil hayaatid dun-yaa wa fil aakhirah . Fa udzkur mautanaa wa mautaka, wa udzkur wahdata qabrika, wa udzkur mas-alata Munkarin wa Nakiir.

Yang terbaik adalah antara yang mengamalkan dan yang tidak, karena ini masalah furu‘iyyah (cabang) bukan aqidah. Doa Setelah Talqin (Ringkas) Allahummaghfir lilmayyiti warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ madkhalahu, waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi min khathayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Meskipun ada perbedaan pendapat, mayoritas muslim di Asia

Jika Anda ingin teks talqin dalam bentuk file PDF , audio MP3 (lafazh perlahan), atau panduan talqin untuk anak-anak, silakan beri tahu. Saya siap membantu lebih lanjut.